Social Icons

Jual Beli Vespa terpercaya Kirim Kirim Seluruh indonesia

Translate

Minggu, 13 April 2014

Ujian nasional 2014

Assalamualaikum wr . wb

saya kembali hadir dengan memberikan info sedikit tentang Ujian Nasional 2014 .


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh berkomitmen terhadap peraturan perundang-undangan (UU Sisdiknas) untuk tetap melaksanakan ujian nasional (UN) tahun 2014. Menurut beliau, apabila tidak dilaksanakan, maka pemerintah melanggar peraturan yang telah ditetapkan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005. Mendikbud menambahkan, persoalan-persoalan yang menyangkut berjalannya UN akan menjadi tantangan bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sebagai pembelajaran.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh menyatakan pemerintah tak akan mundur dan menghentikan pelaksanaan Ujian Nasional. “Bahwa masih banyak kekurangan, tapi kami harus punya sikap. UN ini harus dilanjutkan,” kata Nuh saat menyampaikan paparan dalam Konvensi Ujian Nasional di kompleks kementerian pendidikan, Kamis, 26 September 2013.
Menurut Nuh, Ujian Nasional tetap perlu dilanjutkan untuk mengukur tingkat keberhasilan kegiatan belajar mengajar di setiap daerah. Hasil UN bisa digunakan untuk evaluasi dan pemetaan perkembangan kualitas pendidikan nasional. Selain itu, UN juga diperlukan untuk menjadi tolok ukur pemerintah dalam mengontrol perbaikan mutu pendidikan secara nasional.
Disamping itu menurut Mohammad Nuh, pelaksanaan UN diperlukan untuk menumbuhkan kesadaran belajar anak, karena dengan begitu proses belajar mengajar bisa dikatakan sukses. “Kesadaran belajar itu tumbuh kalau ada yang namanya tekanan lingkungan. Caranya pertama, menciptakan tantangan. Ibarat orang yang lompat tinggi, kalau tidak ada mistar satu meter atau dua meter nggak bisa ngasih semangat buat lompat sehingga orang jadi berlatih. Kedua, anak harus dihadapkan pada persoalan kekinian. Sampean kalau nggak belajar sampai sekian nggak bisa keterima di Perguruan Tinggi. Kalau nggak belajar saya nggak bisa lulus,” katanya.
Meski begitu, Nuh mengakui hingga kini masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan UN. Namun kekurangan itu tak bisa dijadikan alasan untuk membubarkan UN. “Kekurangan ini justru menjadi pemicu untuk kami terus mengupayakan perbaikan.”
Menurut Nuh, setidaknya terdapat empat hal besar yang terus menjadi perhatian serius Kemdikbud. Pertama dari aspek kualitas soal. Jenis dan tingkat kesulitan soal yang diberikan saat Ujian Nasional kata dia harus bisa disandingkan dengan soal yang digunakan di negara lain untuk tingkat pendidikan yang setara.
Penyelenggaraann ujian nasional (UN) sesuai amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah tentang Standar Nasional Pendidikan. “Undang-Undang mengamanatkan pemerintah untuk membuat aturan teknis pelaksanaan. Bagaimana mau evaluasi pengendalian mutu pendidikan secara nasional kalau tidak dilaksanakan secara nasional,” kata Mendikbud kepada pers di Jakarta, Rabu (25/9/2013).
Menteri mengemukakan hal tersebut ketika memberikan penjelasan tentang penyelenggaraan Konvensi UN yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 26-27 September 2013. Sebelumnya, gugatan terhadap pelaksanaan UN pernah dilakukan Tim Advokasi Korban Ujian Nasional (Tekun) namun ditolak karena salah satu pertimbangan majelis hakim Mahkamah Agung yang menyatakan setuju dengan konsep Ujian Nasional yang bertujuan baik. Menurut Mohammad Nuh, UN merupakan masalah akademik namun sering dibawa ke aspek legal.

“Baru kali ini ujian dipersoalkan pakai pengadilan ini cuma di Indonesia saja. Untung MA primernya paham. Artinya UN tetap ada tetapi diperbaiki,” katanya.
Indonesia bukan satu-satunya negara yang melaksanakan Ujian Nasional, , sekurang-kurangnya ada enam negara yang juga menggunakan sistem ujian nasional (UN). Namun sayangnya, di Indonesia pelaksanaan UN menimbulkan pro dan kontra. Adapun keenam negara tersebut yakni Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Jepang, dan China. Demikian melansir data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).
Sejumlah negara ini menyelenggarakan UN dengan mekanisme yang berbeda, karena kondisi negara yang berbeda pula. Namun, meskipun mempunyai perbedaan sistem dalam pelaksanaannya, tetapi tujuannya tetap sama.
Negara-negara tersebut mempunyai misi yang sama ketika menerapkan sistem UN, yakni pengendalian mutu pendidikan dan standarisasi dalam pengukuran prestasi belajar siswa.
Sekadar diketahui, di Indonesia, sistem UN sudah ada sejak 1950-an. Seiring dinamika kebijakan pendidikan, mendorong terjadinya perubahan sistem UN. Perubahan ini merupakan respons terhadap kelemahan sistem ujian sebelumnya dan bertujuan memperbaiki agar UN menjadi lebih baik.

Sumber: Majalah Tempo dan Okezone .


Follow : @Cheandysetyawan :)

Permainan Waktu Kecil dan SD ( masa masa menyenangkan )

Assalamualaikum wr wb .



iya , mari kita flashback masa - masa paling bahagia dimana kita belum mengenal hal - hal yang didewasakan .
Semakin tua Indonesia maka semakin modern-lah zamannya , seperti halnya di tahun 2014 ini, semakin maraknya teknologi yang membuat anak semakin pinter dengan berbagai bentuk handphone smartphone yang membuat generasi muda mendapat gelar Generasi Nunduk . Bagaimana tidak , terlihat di mana-mana , anak SD saja sudah pintar mengenakan blackberry , ipad , tablet dan sebagainya ( boro-boro kita mah ngerti ginian waktu sd ) . Sudah tidak terlihat lagi anak-anak yang bermain permainan tradisional , karena sudah ada handphone smartphone yang benar-benar membuat generasi semakin pintar , mau diapain lagi emang tuntutan zaman .

8 permainan di waktu Sekolah Dasar

( 1 ) . Tak Tik Bum Wer ( Jitak , Kelitik , Boom : ditepok , Jewer )

permainan ini simple kok , Ya simple dua orang bisa memainkannya , tiga orang pun juga bisa ,  Empat orang pun juga bisa , tapi jangan sendirian malah dikata orang gila :D , empat anak membentuk lingkaran dan duduk di atas lantai , masing-masing anak memegang alih julukan hukuman, diantaranya tak, tik, boom dan wer. Kemudian saling menghempaskan jari tangan ataupun jari kaki ke atas lantai setelah dikatakan secara serentak kalimat tak tik bum wer, yang artinya tak berarti jitak, tik berarti selintik, bum berarti terkena bum namun bum di sini diartikan bahwa telapak tangan akan dipukul dengan gumpalan satu tangan, wer berarti jewer. Jika hitungan jari berhenti di kata wer, maka anak yang mengambil alih kata wer anakn menjewer tiga anak lainnya . Begitulah seterusnya.


( 2 ) . Main Huruf  ( A - Z )






Ini permainan nya simple gak perlu keluar duit . permainan huruf ada 2 versi ada yang memakai kertas dan ada yang hanya menggunakan tangan kita . kita bahas yang memakai kertas : permainan ini bisa dimainkan oleh beberapa orang tapi inget jangan main sendirian tar dikata orang gila , simple siapkan kertas 1 lembar , pensil/pulpen , penggaris , lalu buatlah gambaran seperti diatas tapi jangan sama isinya :D , lalu ucapkan kan lah sama temen - temen kalian ABC Lima Dasar . begitulah seterusnya .

( 3 ) .  Gambaran

Ini permainan yang banyak versi nya , didasarkan beberapa orang bisa memainkannya ya tapi jangan main sendirian :D , berbagai versi bermain gambaran : tepokan , bandar kocokan , bantingan , kiu - kiu ( 9-9 ) DLL . cara bermain nya ?

A
. tepokan : dua orang pemain , ambilah 2 buah gambaran masing masing pegang satu ditangan masing - masing mau kiri / kanan terserah lalu pukulah/tepok lah ketangan lawan .

B . bandar kocokan : dua , tiga , empat pemain , yang ini satu pemain jadi bandar lalu gambaran di kocok terus dipasang di tempat dan sisa pemain menaruh mau pilih yang mana , ya seperti bermain judi :D

C . Bantingan : dua , tiga , empat pemain , gambaran dikocok terus dipilih dan yang nilai tertinggi bisa memulai pertama lalu gambaran dibanting , dan seterusnya dengan jurus jurus masing masing pemain :D

D . kiu - kiu ( 9 -9 ) : dua , tiga , empat pemain , gambaran dikocok lalu dibagikan setiap pemain menerima empat kartu lalu dijadikan kiu - kiu ( 9 - 9 ) layaknya seperti maen gaple  :D


( 4 ).  Tap/Tak Jongkok



Tak jongko
k adalah permainan dimana dua , tiga , empat pemain bisa memainkannya tapi ya inget jangan maen sendirian :D . awal pertama Hom Pim Pa alayhihum gambrengalu diteruskan satu pemain menjadi sipengejar dan tiga pemain lainnya lari dan ada yang jongkok . lalu bila dua orang pemain sudah jongkok maka satu orang yang pemain yang lari harus menepok satu dari dua pemain tersebut bila mau jongkok . begitulah seterusnya .

( 5 ) . Tak Umpet



Tak Umpet adalah permainan yang dilakukan oleh dua , tiga , empat pemain , inget! tidak bisa dilakukan oleh satu pemain saja :D , permainan ini umum nya dilakukan empat pemain bahkan lebih , diawali dengan Hom Pim Pa alayhihum gambreng , lalu satu pemain menjadi yang menjadi penjaga , dan pemain lainnya mengumpet . begitulah seterusnya .


( 6 ) . Kejar Kejaran
Kejar Kejaran adalah permainan yang dilakukan oleh beberapa pemain , dua , tiga , empat bahkan lebih ya tapi inget jangan maen sendirian . umumnya diawali pemain berkumpul melakukan Hom Pim Pa alayhihum gambreng , lalu satu pemain jadi pengejar dan pemain lainnya lari , dan bila satu pemain terkena tepokan maka pemain tersebut menjadi pengejar . begitulah seterusnya .

( 7 ) . Bentengan




Bentengan adalah sebuah permain yang dilakukan oleh dua grup yang masing - masing umumnya dilakukan oleh 5 - 8 pemain . bermain benteng layaknya seperti berada diperang zaman dahulu romawi versus yunani :D menyerbu benteng lain demi kekuasaan mendapatkan benteng lain . Tawanan : Orang yang paling dekat waktunya ketika menyentuh benteng berhak menjadi 'penawan' dan bisa mengejar dan menyentuh anggota lawan untuk menjadikannya tawanan. Tawanan biasanya ditempatkan di sekitar benteng musuh. Tawanan juga bisa dibebaskan bila rekannya dapat menyentuh dirinya . Tugas : biasanya satu pemain menjadi mata - mata , dua atau 4 pemain menjadi penjaga benteng , dan sisanya menjadi penyerang . begitulah seterusnya

( 8 ) . MeJiKuHiBiNiU ( Merah , Jingga , Kuning , Hijau , Biru , Nila , Ungu )

Mejikuhibiniu adalah sebuah permainan yang dilakukan empat - tujuh orang pemain . umumnya dilakukan dengan mengucap mejikuhibiniu lalu setiap pemain menjulur jari jarinya lalu bila sudah sambil menunjuk jari jari pemain sambil mengucap mejikuhibiniu lalu pas sudah sampai hitungan terakhir berarti ialah yang menjadi pemenang pertama dan seterusnya dan bila yang terakhir tidak menang berati ialah yang mejadi kalah dan harus kena hukuman .


sekian terima kasih , hahaha ketawa - ketawa sendirikan ? kalo inget masa - masa sd main begituan .


Follow : @CheandySetyawan :)

Diagnosis kesulitas belajar

DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR


A.     Pengertian Diagnosis
         Diagnosis merupakan istilah teknis dibidang medis. Menurut Thorndike dan Hagen (1955:530-532), diagnosis dapat diartikan sebagai berikut :
1.     Upaya atau proses menemukan kelemahan atau penyakit apa yang dialami seseorang dengan melalui pengujian dan studi yang seksama mengenai gejala – gejalanya ;
2.    Studi yang seksama terhadap fakta tentang sesuatu hal untuk menemukan karakteristik atau kesalahan – kesalahan dan sebagainya yang essensial.
3.    Keputusan yang dicapai setelah dilakukan suatu studi yang seksaama atas gejala – gejala atau fakta tentang suatu hal.
         Dari ketiga pengertian tersebut diatas dapat kita simpulkan bahwa di dalam konsep diagnosis, scera implicit telah mencakup pula konsep prognosisnya. Dengan demikian, didalam pekerjaan diagnosis bukan hanya sekedar mengidentifikasi jenis, karakteristik maupun latar belakang dari suatu kelemahan atau penyakit tertentu, melainkan juga mengimplikasikan suatu upaya untuk meramalkan kemungkinan dan menyarankan tindakan pemecahannya.

B.   Pengertian kesulitan Belajar

         Burton (1952:622-624) mengidentifikasikan bahwa seorang siswa dapat dianggapa mengalami kesulitan belajar jika yang bersangkutan mengalami kegagalan (failure) tertentu dalam mencapai tujuan – tujuan belajarnya. Kegagalan belajar didefinisikan oleh Burton sebagai berikut :
1.     Siswa dikatakan gagal apabila dalam batas waktu tertentu yang bersangkutan tidak mencapai ukuran tingkat keberhasilan atau tingkat penguasaan (level of mastery) minimal dalam pelajaran tertentu seperti yang telah ditetapkan oleh orang dewasa atau guru.
2.    Siswa dikatakan gagal apabila yang bersangkutan tidak dapat mencapai prestasi yang semestinya, sedangkan dalam prediksi hal tersebut dapat ia raih dengan hasil yang memuaskan.
3.    Siswa dikatakan gagal apabila yang bersangkutan tidak berhasil mencapai tingkat pengusaaan (level of mastery) yang diperlukan sebagai prasyarat bagi kelanjutan pada tingkat pelajaran berikutnya.

C.   Diagnosis Kesulitan Belajar

         Dengan mengaitkan kedua pengertian diatsa maka kita dapat mendefinisikan diagnosis kesulitan belajar sebagai suatu proses upaya untuk memahami jenis dan karakteristik serta latar belakang kesulitan – kesulitan belajar dengan menghimpun berbagai informasi selengkap mungkin sehingga mempermudah dalam pengambilan kesimpulan guna mencari alternatif kemungkinan pemecahannya.

D.   Mengidentifikasi kasus kesulitan belajar

     Pada halaman berikut ini akan dijelaskan beberapa langkah operasional diagnosis kesulitan belajar.

1.     Dengan metoda criterion referenced, maksudnya tes yang mengasumsikan bahwa instrumen evaluasi atau soal yang digunakan telah dikembangkan dengan memnuhi syarat – syarat tertentu. Tahapannya adalah sebagai berikut :

a.    Menetapkan angka nilai kualitatif minimal yang dapat diterima, misalnya 5,0 atau 6,0.

b.   Membandingkan prestasi dari setiap siswa dengan angka nilai batas lulus tersebut. Secara teoritis, mereka yang angka nilai prestasinya berada di bawah lulus sudah dapat diduga sebagai siswa yang mengalami kesulitan belajar.
c.   Menghimpun siswa yang diduga mengalami kesulitan belajar serta mencari siswa yang mengalami gejala terparah ( yang nilainya jauh dibawah siswa penderita kesulitan belajar lainnya )
d.   Membuat rangking / tingkatan guna mempermudah dalam pemberian prioritas layanan psikologis.
         Dengan hasil penandaan itu maka dapat dikatakan bahwa kelas atau individu – individu tersebut memerlukan bimbingan belajar karena prestasinya belum memenuhi harapan (seperti yang digariskan dalam TIK). Sebagai bahan ilustrasi perhatikanlah grafik prestasi belajar berikut.

         Dalam grafik ini ditunjukkan terdapat enam siswa yang nilai prestasinya berada di bawah nilai batas lulus masing masing adalah A,E, I, J, L, M dimana E dan J dapat menjadi prioritas.
         Untuk kelanjutan pembahasan kasus, perhatikan juga grafik berikut ini.


         Dalam grafik kedua ini tampak dua siswa (E dan J) yang benar – benar jauh di bawah garis rata – rata (mean). Dengan demikian A, I, L, M dapat tidak menjadi kasus karena masih mendekati rata – rata.
         Dengan demikian, tampak jelas perbedaan grafik pertama dan kedua. Meskipun masih menggunakan nilai prestasi yang sama, jika norma atau ukuran yang dipergunakan dasarnya berbeda.
2.    Dengan metoda norm-references, maksudnya nilai prestasi rata-rata dijadikan ukuran pembanding bagi setiap nilai prestasi individu masing – masing siswa. Tahapannya adalah sebagai berikut :
a.   Mencari dan menghitung nilai rata – rata kelas atau kelompok
b.    Menandai siswa – siswa yang nilainya dibawah rata-rata
c.    Jika mau diadakan prioritas layanan bimbingan, terlebih dahulu harus membuat rangking seperti pada metoda pertama.

E.   Prosedur dan Teknik Diagnosis Kesulitan Belajar
         Ross dan Stanley (1956:332-341) menggariskan tahapan – tahapan diagnosis seperti yang tersaji pada halaman selanjutnya.

         Dari skema tersebut, tampak bahwa keempat langkah yang pertama dari diagnosis itu merupakan usaha perbaikan (corrective diagnosis) atau penyembuhan (curative). Sedangkan langkah yang kelima merupakan usaha pencegahan (preventive).
         Sedangkan menurut Burton (1952:640-652) penggolongan tahapan – tahapan diagnosis tidak didasarkan pada usaha penanganan, tetapi didasarkan [ada teknik dan instrumen yang digunakan dalam pelaksanaannya, seperti dibawah ini :
1.     General Diagnosis
Pada tahap ini lazim dipergunakan tes baku, seperti yang dipergunakan untuk evaluasi dan pengukuran psikologis dan hasil belajar. Sasarannya, untuk menemukan siapakah siswa yang diduga mengalami kelemahan tertentu.
2.    Analistic Diagnosis
Pada tahap ini yang lazim digunakan ialah tes diagnostik. Sasarannya, untuk mengetahui dimana letak kelemahan tersebut.
3.    Psychological Diagnosis
Pada tahap ini teknik pendekatan dan instrumen yang digunakan antara lain :
a.   Observasi
b.    Analisis Karya Tulis
c.    Analisis Proses dan respon lisan
d.    Analisis berbagai catatan objektif
e.    Wawncara
f.    Pendekatan laboratories dan klinis
g.    Studi Kasus
         Sasaran kegiatan diagnosis pada langkah ini pada dasarnya digunakan untuk memahami karakteristik dan faktor – faktor penyebab terjadinya kesulitan. Jika output dari layanan bimbingan belajar berupa perubahan pada diri siswa (terbimbing). Setelah menjalani tindakan penyembuhan (treatment). Maka output dari layanan diagnosis kesulitan belajar hanya sampai pada rekomendasi tentang kemungkinan alternatif tindakan penyembuhan.
         Jika kedua pendekatan tersebut diatas dijabarkan menjadi satu, maka hasilnya dilihat pada diagram berikut :

F.   Mengidentifikasi Faktor Penyebab Kesulitan Belajar
         Pada dasarnya bila setiap kesulitan belajar terjadi, latar belakangnya akan bersumber pada komponen – komponen yang berpengaruh atas berlangsungnya proses belajar – mengajar sendiri.
         Berbagai variabel yang mempengaruhi proses belajar – mengajar menurut loree (1970:121-133) terdiri atas; 1) Stimulus atau learning variables, 2) Organismic Variables, 3) response Variable.
1.     Learning Variables, Mencakup
a.   Learning Experience Variables, antara lain mengenai
      1).  Method Variables, menyangkut kuat lemahnya motivasi untuk belajar, intensif – tidaknya bimbingan guru dan ada – tidaknya kesempatan untuk praktikum.
      2). Task Variables, mencakup menarik-tidaknya apa yang harus dipelajari, bermakna- tidaknya apa yang dipelajari dan tersedia-tidaknya fasilitas belajar yang memadai.

b.   Enviromental Variables, yang menyangkut iklim belajar yang bergantung pada faktor tersedianya waktu yang cukup untuk belajar dan tersedianya fasilitas belajar yang memadai     
2.    Organismic Variables, mencakup
a.   Characteristic of the learners, antara lain tingkatan inttelegensi, usia dan taraf  kematangan, jenis kelamin dan kesiapan untuk belajar.
b.   Mediating Processes, kondisi yang lazim terdapat dalam diri swasta, antara lain, intelegensi, persepsi, motivasi, takut, cemas dan tekanan batin yang sebagainya turut berperan dalam proses berperilaku belajar.
3.    Response Variables, Jika dikelompokkan berdasarkan tujuan pendidikan dapat dilihat sebagai berikut.
a.    Tujuan – tujuan kognitif , seperti pengetahuan, konsep – konsep dan keterampilan pemecahan masalah.
b.    Tujuan – tujuan afektif, seperti sikap – sikap, nilai – nilai, minat dan apresiasi.
c.    Tujuan – tujuan pola pola bertindak, antara lain ;
-                                                          Keterampilan psikomotoris, seperti menulis, mengetik, melukis, dsb.
-                                                          Kompetensi – kompetensi untuk menyelenggarakan pertemuan, berpidato, memimpin diskusi, pertunjukan, dsb.
-                                                          Kebiasaan – kebiasaan, seperti kebiasaan hidup sehat, kejujuran, kerapian, dsb.
          
Sedangkan menurut Burton ( 1952 : 633 – 640 ), variabel yang mempengaruhi proses belajar mengajar dapat dikelompokan menjadi dua faktor, yaitu faktor dari dalam diri siswa dan faktor dari luar diri siswa.
1.     Faktor – faktor dari dalam diri siswa, anatara lain ;
a.    Kelemahan secara fisik, seperti tidak berkembangnya susunan syaraf pusat karena cacat atau sakit, kurang berkembangnya panca indera sehingga menyulitkan proses interaksi penyakit menahun dan ketidakseimbangan perkembangan dan reproduksi.
b.    Kelemahan – kelemahan secara mental, seperti cacat mental, kurang semangat, serta trauma.
c.    Kelemahan – kelemahan emosional, seperti terdapatnya rasa tidak aman, tercekam rasa phobia, maupun ketidakmatangan.
d.    Kelemahan – kelemahan yang disebabkan oleh kebiasaan yang salah, seperti banyak melakukan kegiatan yang bertentangan dengan aktivitas sekolah.
e.    Tidak memiliki keterampilan dan pengetahuan dasar yang diperlukan, seperti membaca, menghitung, dsb.

2.    Faktor – faktor dari luar diri siswa, antara lain ;

a.    Kurikulum yang seragam ( uniform ), bahan dan buku sumber yang tidak sesuai dengan tingkat – tingkat kematangan.
b.    Terlalu berat beban belajar / mengajar bagi siswa / guru.
c.    Terlalu besar populasi siswa dalam kelas.
d.    Terlalu banyak terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler.
e.    Kekurangan gizi.
Bruner and Bruner ( 1972 ) yang melekukan studi terhadap masalah putus sekolah di Indonesia, dari segi anthropologis ternyata menemukan kelemahan – kelemahan struktural yang fundamental, antara lain ;
1.     Pandangan masyarakat ( orang tua ) yang salah terhadap pendidikan.
2.    Adanya falsafat hidup “ nerimo ing pandum “ atau dengan kata lain tidak memiliki motif berprestasi ( n – Ach ).
3.    Tradisi hidup social dan ekonomi yang terbelakang.
Jika kita hubungan dengan uraian – uraian di atas, maka jika terdapat kasus kelemahan belajar dalam suatu kelas maka besar kemingkinan kelemahan itu bukan bersumber pada kelemahan siswa secara individual. Faktor yang memungkinkan terjadinya hal ini dapat berupa kualifikasi guru yang tidak memadai, system belajar – mengajar yang digunakan, pola keruangan sekolah atau bahkan system penilaian yang merugikan siswa.
Bermacam -  macam cara yang dapat digunakan untuk mengetahui sumber kelemahan belajar baik untuk kasus kesulitan belajar perkelompok maupun perindividu dan apakan dari dalam atau luar diri siswa. Diantaranya dengan mengetes IQ siswa, tes bahasa dan bilangan, oenganalisisan cara belajar siswa ataupun dengan bantuan dokter ahli jiwa.

G.   KESIMPULAN DAN PEMBUATAN REKOMENDASI PEMECAHAN KASUS

Jika terdapat kasus kesulitan belajar seperti tersebut di atas, maka hendaknya 1) menarik kesimpulan umum 2) membuat perkiraan, apakah masalah itu mungkin untuk diatasi, selanjutnya, 3) memberikan saran tentang kemungkinan cara mengatasinya.
1.     Untuk Kasus Kelompok
Jika mayoritas siswa nilai prestasinya tidak dapat mencapai batas lulus ( minimum acceptable performance ), kita dapat menyimpulkan bahwa kelas yang bersangkutan patut diduga sebagai kelas yang mengalami kesulitan belajar. Begitu juga dengan kelas yang bernilai prestasi kelas di bawah kelas yang setaraf, kelas ini juga patut diduga sebagai kelas yang mengalami kesulitan belajar.
Jika fakta di atas ternyata terjadi pada banyak bidang studi, dapat diduga bahwa letak kelenahannya bersifat integral ( menyeluruh ) yang menyangkut keseluruhan aspek kurikulum dan system pengajaran di kelas / sekolah yang bersangkutan, tetapi kalau kasus tersebut hanya terjadi pada bidang studi tertentu maka kelemahannya dapat dilokalisasikan pada system intruksional khusus yang dipergunakan oleh guru bidang studi.
Estimasi ( perkiraan ) dan saran kemungkinan cara mengatasi kasus di atas dapat dilakukan dengan terlebih dahulu mendefinisikan 1) jenis dan sumber penyebab masalahnya, dan 2) karakteristik berat / ringannya masalah. Sampai saat ini sumber penyebab masalahnya dapat dikatakan dari luar diri diri siswa karena yang mengalami kesulitan hampir semua siswa dalam satu kelas sedangkan karakteristik masalahnya adalah sangat mungkin diatasi, berdasarkan gejala – gejala khas yang menyangkutkan kelompok.
Sedangkan kemungkinan cara mengatasi adalah dengan program pengajaran khusus ( pengayaan ) jika kelemahannya bersumber dari kurikulum. Jika kelemahannya bersumber dari system evaluasi, maka kemungkinan cara mengatasinya dengan pengembangan system penilaian yang menggairahkan siswa. Sedangkan jika kelemahan terdapat pada faktor kondisional, kemungkinan dapat diatasi dengan pemenuhan buku, laboratorium dan sebagainya.
2.    Untuk Kasus Individu
Jika ternyata hanya sebagaian kecil dari siswa (± 5 – 25 % ) yang angka prestasinya tidak memadai batas lulus dan atau lebih kecil dari rata – rata nilai prestasi kelas, kita dapat langsung menyimpulkan bahwa kasus kesulitan belajar itu bersifat individu.
Permasalahannya pun dapat disimpulkan lebih lanjut ;
a.             Bersifat menyeluruh, jika ternyata kelemahannya terjadi pada seluruh atau sebagaian besar bidang studi yang diikutinya.
b.             Bersifat segmental atau sektoral, jika ternyata kelemahannya terjadi pada sebagaian bidang studi yang diikutinya.
c.             Bersifat personal, jika ternyata kelemahan itu bukan dalam segi prestasi studi tetapi segi proses atau penyesuaian dirinya.
Sedangkan sumber dan faktor penyebabnya dapat berupa faktor organismik siswa yang bersangkutan, sukar mengubah diri dengan pola – pola kebiasaan belajar yang lebih sesuai, sikap menyepelekan system penilaian partisipasi dan belum menguasai pengetahuan dasar. Faktor dari luar diri siswa juga dapat berpengaruh pada hal ini, contohnya hampir sama pada kasus kelompok yang sebelumnya telah dijelaskan.
Untuk mengatasi kasus individu ini, sebelumnya harus kita bedakan dahulu, mana yang lebih muda diatasi dan mana yang lebih sulit. Jika faktor berpengaruh adalah faktor hereditas / gen maka usaha penyembuhan secara metodologis sangat kecil kemungkinannya untuk mendapatkan hasil. Yang diperlukan untuk siswa semacam ini adalah penyaluran / penjurusan kepada program pendidikan tertentu yang sesuai dengan kemampuannya.
Jika kelemahan itu bersumber dari aspek organismik lainnya, seperti kebiasaan belajar, minat dan lingkungan, maka penyembuhan secara metodologis dapat diterapkan meskipun hasilnya baru dapat dilihat dalam waktu yang relatif lama.
II. TINJAUAN PRAKTIS KESULITAN BELAJAR
A.  BERBAGAI MACAM KESULITAN BELAAJR
      Beberapa contoh kesulitan  belajar yang dapat dan sering didiagnosis adalah :
1.     Gangguan perhatian pada anak – anak
Anak tidak mampu memusatkan perhatiannya kepada sesuatu hal atau objek tertentu untuk jangka waktu yang cukup lama. Beberapa ahli menyebutkan perhatian anak pada kelompok ini kurang dari 10 detik.
2.    Distrakbilitas
Akibat kekurangan perhatian, penderita mempunyai kecenderungan untuk memperhatikan rangsang yang kurang menonjol, yang dapat berupa distrikdistrikbilitas visual, auditoris, dan internal.
Pada distribilitas visual, konsentrasi visual dialihkan ke benda- benda yang dilihatnya. Kedua matanya terus menerus menyelidik dan mencari pengalaman visual yang lebih seru serta lebih baik, akibatnya penderita sering memperlihatkan kekeliruan khas sewaktu membaca dan cenderung melompati kata – kata atau bahkan melewati begitu saja kalimatnya.
Pda distrikbilitas auditoris menyebabkan perhatian mudah teralih kepada suara – suara latar belakang. Pada distrikbilitas internal menyebabkan penderita terganggu oleh rangsangan yang berasal dari dalam dirinya berupa pikiran, ngatan, maupun asosiasiaya sendiri. Terlihat penderita sering melamun sehingga tidak memperhatikan pelajaran di kelas.
3.    Impulsif
Artinya cenderung bertindak tanpa mempertimbangkan akibat tindakana itu mereka cenderung memberikan respon pertama yang msuk dalam pikirannya dan lebih senang “cepat selesai” dalam mengerjakan sesuatu dan tidak mengutamakan ketelitian. Akibat impulsivitas, penderita tidak tepat dalam membaca, mengeja dan berhitung meskipunkonsep dasarnya telah dikuasai dengan baik.
4.    Kurang Ulet
Penderita akan menunjuukan sifat kurang ulet dalam bekerja sehingga pekerjannya jarang ernah selesai, selain itu juga akan mudah lelah sehingga berpikir lama kan mudah menguap, menggeliat, biasanya jam tidur juga tidak berimbang, siang hari suka tidur dan pada malam hari sering terbangun
5.    Selalu Berubah
Perhatian penderita akan sangat bergantung pada motivasinya, pada motivasi yang tinggi fokus perhatian akan lebih tajam, misalnya ; mengikuti acara televisi tertentu.
6.    Inkoordinasi
Artinya sukar melakukan kegaiatn motorik halus sehingga mengalami keslitan dalam menyalakan korek api, bermasalah dengan resleting, dan lain – lain.
B.   KESULITAN BELAJAR PARA ILMUWAN
      Rupanya gejala kesulitan belajar tidak hanya terjadi diderita oleh siswa ataupun para pendidik, hal inipun juga diderita oleh para ilmuan, diantaranya oleh Albert Einstein. Jika kita bicara sejarahnya, seringkali mengalami kegagalan dalam bidang bahasa, bahkan untuk ilmu eksak ia tidak tertarik dengan bidang ilmu yang membingungkan banyak orang ini, sehingga menurut gejalanya termasuk dalam Kurang ulet.
      Sementara itu Charles Robert Darwin, juga mengalami kesulitan belajar sampai akhir abad ke 20 tidak pernah teratasi. Dari berbagai sumber dapat disimpulkan bahwa kesulitan yang dialami oleh Darwin adalah kategori Distrikbilitas akut.

Pengertian Printer laser dan Dot Matrix

 PENGERTIAN PRINTER LASER DAN DOT MATRIX


- PRINTER LASER


Pencetak laser atau printer laser adalah pencetak untuk komputer yang menggunakan teknologi diode cahaya untuk mendapatkan partikel-partikel kecil toner dari cartridge ke kertas. Alat ini sering lebih ekonomis dibanding menggunakan tinta pencetak tinta.

Proses

Pencetak laser bekerja dengan melibatkan 7 langkah:
  1. Pemrosesan Gambar Raster: peosesor dalam pencetak mengubah data untuk dicetak dari format apapun yang ada, ke bitmap halaman untuk dicetak - yang kemudian disimpan dalam memori gambar raster.
  2. Pengisian: Sebuah muatan elektrostatik kemudian diproyeksikan ke drum fotosensitif berputar dalam pencetak.
  3. Penulisan: Sinar laser diarahkan pada cermin poligon berputar, yang mengalihkan sinar itu ke drum fotosensitif. Data yang dirasterisasi kini dibaca, dan digunakan untuk mengendalikan apakah laser itu menyala atau tidak, karena sinar itu menyapu drum - di mana ketika sinar laser mengenai drum muatannya dibalik, menciptakan gambaran listrik laten di permukaan.
  4. Perkembangan: Permukaan drum kemudian dipajankan ke partikel toner bermuatan negatif, yang ditarik ke daerah di mana laser itu menulis gambaran listrik tersimpan. Toner itu akan diusir oleh muatan negatif daerah di drum di mana sinar laser tak mengenainya, dan kemudian menghilangkan muatan.
  5. Transfer: Drum sekarang diputar ke kertas, mengubah gambar dari drum ke kertas (untuk membantu proses ini ada pemutar bermuatan positif di belakang kertas, yang mendorong toner dari drum dan ke kertas).
  6. Penggabungan: Kertas kemudian dilewatkan melalui penggabung, di mana pemutar itu menyiapkan panas dan tekanan untuk mengikat toner ke kertas.
  7. Pembersihan: Sebuah tangkai tak bermuatan listrik dan lampu penembak menghilangkan toner dan semua muatan yang tersisa di drum (semua ini akan terjadi dalam 1 revolusi drum)

    KEUNGGULAN , KELEBIHAN , KEKURANGAN :

    Kelebihan Printer laser lainnya adalah dapat mencetak pada banyak media, seperti glossy paper, kertas plain, label sticker, transparansi, paper plate, cardstock, art paper, photo paper dan lain sebagainya. Dokumen yang diprint menggunakan printer laser jauh lebih awet dari pada dokumen yang dicetak menggunakan printer inkjet atau printer jenis lain, karena cetakan printer laser tahan terhadap air dan kelembaban yang tinggi, sehingga hasil printnya tidak mudah pudar dan luntur.


    Selain kelebihan dan keunggulan printer laser diatas, printer laser juga memiliki beberapa kelemahan antara ini adalah konsumsi daya listriknya yang tinggi atau wattnya lebih tinggi dari printer jenis inkjet atau jenis lainnya dan harga printer laser yang jauh lebih mahal dibanding printer jenis inkjet lainnya. Output printer tinta padat bisa membuat paper jam pada mesin fotokopi atau scaner dengan auto feeder. Dan yang terakhir kekurangan printer laser adalah Kemungkinan cetak warna yang tidak pas pada printer LED membuat gambar menjadi kabur.


    Jadi kesimpulannya sepertinya lebih mudah pada printer inkjet untuk pengisian tintanya, tapi lebih keren dan cepat pada printer laser untuk penggunaan serta hasilnya. demikian kelebihan dan kekurangan printer laser. Semoga bermanfaat. Baca juga tulisan terbaru lainnya:




PENGERTIAN DOT MATRIX


Printer Dot-Matrix adalah pencetak yang resolusi cetaknya masih sangat rendah. Selain itu ketika sedang mencetak, printer jenis ini suaranya cenderung keras serta kualitas untuk mencetak gambar kurang baik karena gambar yang tercetak akan terlihat seperti titik-titik yang saling berhubungan. Umumnya, printer jenis dot-matrix juga hanya mempunyai satu warna, yaitu warna hitam.


Head dari printer jenis ini, terdiri atas 7 atau 9 ataupun 24 jarum yang tersusun secara vertical dan membentuk sebuah kolom. Pada saat bekerja, jarum yang ada akan membentuk character images melalui gesekan-gesekan jarum pada karbon dan kertas. Printer jenis ini juga merupakan character printer. Kecepatannya sangat bervariasi, tapi untuk Epson LX-80, adalah 80 caharacter per second. Pada saat head-printer bergerak dari kiri kekanan sambil menyentuh kertas, maka huruf yang sudah terpola dalam suatu susunan jarum akan segera muncul. Pola huruf ini kemudian diterima oleh pita karbon yang dibaliknya terdapat kertas, dan terjadilah pencetakan huruf demi huruf.

Setiap character yang terbentuk akan menimbulkan suatu pola unique yang terdiri dari pelbagai titik didalam dimensi sebuah matrix. Jenis printer dot-matrix sangatlah bervariasi, ada yang berjenis color dan ada pula yangnon-color. Umumnya, printer jenis dot-matrix juga hanya mempunyai satu warna, yaitu warna hitam. Untuk printer color, digunakan pita (karbon/ribon) khusus yang mempunyai 4 warna, yaitu hitam, biru, merah dan kuning.


A.       Keunggulan Printer Dot Matrix antara lain :
  • pita printer dot-matrix jauh lebih murah dibandingkan dengan toner (tinta) untuk printer jenis inkjet dan laserjet. 
  • Jenis printer dot-matrix sangatlah bervariasi, ada yang berjenis color dan ada pula yang non-color. 
  • Untuk printer color, digunakan pita (karbon/ribon) khusus yang mempunyai 4 warna, yaitu hitam, biru, merah dan kuning. 
  • Dapat mencetak rangkap sekaligus. Dapat mencetak ukuran kertas yang lebar.

B.      Kekurangan Printer Dot Matrix antara lain :
  • pencetak yang resolusi cetaknya masih sangat rendah.
  • ketika sedang mencetak, printer jenis ini suaranya cenderung keras
  • kualitas untuk mencetak gambar kurang baik karena gambar yang tercetak akan terlihat seperti titik-titik yang saling berhubungan.
  • Dpi dan Ppm rendah.
  • Geraknya sangat lambat.
  • Warna yang dihasilkan tidak bervariasi.


 

Sample text

Sample Text

 
Blogger Templates